Bagaimana Cara Ilmuan Mengetahui Umur Bumi?

Saat ingin mengetahui umur orang lain, penulis biasanya langsung bertanya dan mengarapkan ia memberikan jawaban jujur. Akan tetapi, tentu kita tidak bisa bertanya langsung kepada bumi “Umurmu berapa bum?” dan mengharapkan balasan jawaban yang benar bukan? .Ternyata kegalauan ini telah dirasakan para ilmuan semenjak dahulu kala. Berbagai metode sempat dicoba oleh para ilmuan hingga pada akhirnya beberapa dekade belakangan ini sebagian besar dari mereka bersepakat bahwa umur bumi adalah 4.5 miliar tahun. Ini merupakan buah hasil dari penelitian panjang tanpa henti ini. Lalu, Bagaimana Cara Ilmuan Mengetahui Umur Bumi?

Usaha Awal

Kita tahu bahwa usia bumi dipercaya sekitar 4.5 miliar tahun, yang berdasarkan space.com memiliki marjinal eror sebesar 50 juta tahun. Dengan kata lain, hasil pengukuran ini bisa lebih 50 juta tahun, atau kurang 50 juta tahun. Hasil ini tentunyna tidak langsung didapatkan oleh para ilmuan saat percobaan pertama kali. Saat satu ilmuan menerbitkan penemuannya, ilmuan lain membantah teori yang digunakan sehingga pada masa awal penentuan umur bumi, sempat ada perubahan usia karena perbedaan metode yang digunakan. Beberapa metode yang digunakan seperti “Mengukur perbedaan ketinggian air laut”, “Tingkat salinitas air laut”, “Periode perubahan suhu bumi”, dan masih ada beberapa metode lain. Hampir keseluruhan metode ini terbukti tidak mujarab sehingga para ilmuan terus berusaha menemukan metode ampuh yang dapat menghasilkan angka mendekati usia asli bumi.

Baca Juga: Kumpulan Lowongan Pekerjaan Saat Pandemi 2020

Titik Terang

Pada abad ke 20 atau sekitar tahun 1960an pengembangan teknik radiometric dating atau teknik penanggalan radiometrik. Dengan teknik ini, para ilmuan hanya perlu mencari batu tertua di bumi dan melakukan teknik penanggalan ini pada batu tersebut. Dengan asumsi batu tersebut tercipta saat bumi lahir, maka dengan menentukan umur batu tersebut para ilmuan percaya telah mengetahui umur Bumi yang lebih valid.

Baca Juga: Nonton Was It Love Subtitle Indonesia

Berdasarkan smithsonianmag, Secara teori “mencari batu tertua” terdengar mudah. Akan tetapi, kenyataanya hal ini tidak semudah yang dibayangkan. Batuan di bumi secara terus menerus berubah dan didaur ulang oleh bumi itu sendiri. Batuan di Bumi lama kelamaan akan tertanam, larut dalam magma, dan dipompa ke permukaan bumi oleh aktifitas vulkanik. Hal ini menyebabkan pencarian batuan tertua di Bumi menjadi pekerjaan yang sangat menantang bagi para ilmuan. Akan tetapi, batuan tertua ini nyatanya telah ditemukan di sebua daerah di bagian barat Australia. Informasi lebih detail mengenai batuan tertua ini bisa diketahui di sini.

Setelah menemukan batuan tertua, para ilmuan akan mendeteksi zat bernama uranium yang terkandung dalam batuan tersebut. Secara teori, zat bernama uranium ini akan berubah menjadi zat lain bernama timah dalam kurun waktu tertentu. Kuantitas zat uranium dan zat timah inilah yang diukur untuk memprediksi umur batuan. Sebagai contoh, misalkan saja 1 gram zat uranium akan berubah menjadi 1 gram timah dalam 10 tahun. Misalkan saat ilmuan mengecek batuan tersebut ternyata mengandung 1 gram zat timah, maka dengan asumsi bahwa 1 gram timah ini adalah hasil perubahan dari 1 gram zat uranium, ilmuan dapat memperkirakan bahwa umur batuan tersebut 10 tahun. Hal ini tentunya dengan asumsi bahwa saat awal pembentukan batuan tersebut, tidak ada zat timah yang ikut tercampur.

The Pefect Clock

Begitulah definisi ilmuan dari University of California Berkeley yang penulis kutip dari washingtonpost mendeskripsikan batuan ini. Batuan ini merupakan sebuah kristal yang dalam proses pembuatannya di dalam perut bumi dipercayai tidak mengandung zat timah sama sekali. Jadi, saat kandungan batuan ini diukur, semua zat timah yang terukur adalah zat timah yang berasal dari perubahan zat uranium. Hal ini menyebabkan hasil umur bumi dari pengukuran batuan ini dipercayai oleh sebagian besar ilmuan paling akurat. Keakuratannya menyebabkan batuan ini mendapatkan predikat the perfect clock. Berikut adalah gambar batuan yang dikutip dari situs wisc.edu.

Baca Juga: Negara dengan Hari Libur Terbanyak dalam 1 Tahun

Zircon
Batuan Tertua Zircon
(Sumber: wisc.edu)

Sekian penjelasan mengenai bagaimana cara ilmuan mengetahui umur Bumi. Penjelasan ini dibuat dari interpretasi penulis terhadap berbagai sumber-sumber yang telah dicantumkan dalam artikel ini. Jika ada kesalahan silahkan ditulis di kolom komentar agar menjadi bahan perbaikan bagi penulis ke depannya.

Satu tanggapan untuk “Bagaimana Cara Ilmuan Mengetahui Umur Bumi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *