Cara Mudah Membuat Uang Bekerja Untuk Kita

Saat masih kecil, orang-orang umumnya akan bertanya mengenai cita-cita. Jika diperhatikan lagi, hampir semua jenis cita-cita tersebut merupakan sebuah pekerjaan.  Pilot, Guru, Dokter dan lain lain.Hal ini menandakan pekerjaan sangatlah penting. Bekerja menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, banyak kesulitan yang ditemui selama menjalani pekerjaan. Alangkah baiknya jika kita tidak bekerja sendiri dan ada yang membantu bukan?  Bagaimana jika uang yang kita hasilkan ternyata dapat membantu kita bekerja.  Jika para pembaca masih penasaran, silahkan baca artikel ini sampai akhir karena penulis akan membahas Cara Muda Membuat Uang Bekerja Untuk Kita.

Mengapa Perlu Membuat Uang Bekerja Untuk Kita?

Alasannya sederhana, agar ada yang membantu kita dalam bekerja. Jika manusia bekerja bisa lelah, sakit, dipecat, malas, dan lain-lain. Uang dapat terus bekerja nonstop tanpa lelah, malas, dan bosan. Jika uang telah bekerja untuk kita, uang-uang ini akan menghasilkan anakan uang baru. Bayangkan jika anak dari uang ini juga bekerja sehingga menghasilkan anak lagi maka uang kita sudah memiliki cucu, dan seterusnya. Cerita tadi merupakan perumpamaan agar konsep ini bisa dipahami dengan mudah. Jika uang-uang kita bekerja sangat keras, kita tidak perlu lagi bekerja dan tinggal santai-santai saja. Hal inilah yang disebut kebebasan finansial. Meski teori ini terdengar sangat sederhana, nyatanya penerapannya sangatlah susah. 

Bagaimana Jika Kita Tidak Mempekerjakan Uang Kita?

Banyak sekali orang yang belum mempekerjakan uang. Padahal, uang memiliki etos kerja yang sangat tinggi jika risikonya dapat dikelola dengan baik. Sebaliknya, jika uang tidak dipekerjakan, maka ia akan bermalas-malasan dan kehilangan kemampuannya dalam membeli barang.  Bahasa keren dari pengulangan nilai uang ini adalah inflasi. Contoh sederhana dari inflasi adalah sebagai berikut.

Penulis masih ingat pernah membeli semangkuk bakso seharga 2 ribu rupiah saat TK. Saat ini, harga bakso tersebut sudah menjadi 10 ribu rupiah. Dengan kata lain, uang 2 ribu saat penulis masih TK sudah kehilangan nilainya sehingga tidak mampu membeli bakso yang sama saat ini.

Misalkan saat TK penulis menyimpan uang di bawah kasur 2 ribu untuk membeli bakso dan penulis baru ambil sekarang uangnya, maka uang tersebut tidak akan mampu membeli bakso dan hampir tidak ada harganya. Inilah contoh sederhana pengaruh uang yang tidak dipekerjakan dan dibiarkan bermalas-malasan. Lalu jika beberapa dari kalian berpikir jika menabung di bank adalah solusi, kalian perlu membaca artikel Kenapa Uang Berkurang Saat Menabung di Bank?. Lalu bagaimana caranya?

Solusi

Investasi merupakan cara agar uang dapat bekerja untuk kita. Investasi merupakan kegiatan menempatkan uang di tempat yang tepat untuk memberikan hasil yang optimal. Jika masih bingung mengenai definisi investasi, pembaca dapat melakukan pencarian lebih lengkap di Google. Beberapa jenis investasi yang penulis ketahui adalah sebagai berikut.

  • Investasi Diri Sendiri

Investasi kepada diri sendiri merupakan proses mengembangkan kemampuan diri sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti seminar, menempuh pendidikan yang lebih tinggi, membeli buku, dan masih banyak lagi. Berinvestasi pada diri sendiri akan meningkatkan skill sehingga kita menjadi lebih ahli pada suatu bidang. Keahlian ini akan membuat kita mendapatkan lebih banyak uang. Return atau hasil dari investasi ini sangat besar dan skill yang dihasilkan akan melekat pada diri sendiri.

  • Investasi Surat Hutang

Surat hutang yang dimaksudkan adalah surat hutang negara dan korporasi yang kerap disebut sebagai obligasi. Hal ini ditujukan untuk menjamin keamanan uang yang dipinjamkan. Surat hutang negara seperti ORI, SBR, dan lain-lain dapat langsung dibeli di Bank atau Manajer Investasi. Jika ingin lebih mudah, pembaca dapat membeli reksa dana. Dengan membayar sejumlah uang dan mempercayakan kepada manajer investasi, kita bisa membeli obligasi yang diinginkan.

  • Membeli Perusahaan

Siapa saja bisa membeli beberapa perusahaan di Indonesia. Perusahaan tersebut haruslah perusahaan publik untuk dapat dibeli kepemilikannya oleh masyarakat. Bahasa keren dari membeli kepemilikan suatu perusahaan adalah membeli saham perusahaan tersebut. Misalkan, Penulis membeli sebagian saham Bank BCA, maka secara teknis penulis telah membeli sebagian kecil dari Bank BCA. Bagaimana Hal ini memberikan keuntungan? Perusahaan yang baik akan selalu berkembang. Perkembangan ini menaikkan harga sahamnya. Harga saham yang naik akan menaikkan nilai saham tersebut. Sebagai contoh harga saham BCA adalah Rp. 31.650 pada hari ini. Tahun 2008, harga saham BCA adalah Rp 3.600. Jika penulis membeli saham BCA pada tahun 2008 dan mendiamkannya, maka uang tersebut sudah menjadi 10 kali lipat saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *